Keajaiban Dibalik Angka 7 (Tujuh) Yang Jarang Diketahui

item-thumbnail


Dalam kehidupan kita tidak terlepas dengan perhitungan, dalam perhitungan tidak terlepas dengan ANGKA ( 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 ) :  a) Masa hidup seseorang dalam kandungan ada ngapati (empat bulan usia kehamilan), Mitoni ( tujuh bulan usia kandungan)   b) Masa kematian seseorang ada nelung dino ( tiga hari ), Mitung dino ( tujuh hari ), matang puluh ( empat puluh hari) s.d nyewu ( seribu hari), mendak I, mendak II dll.  Dari beberapa contoh di atas, banyak diantara kita belum tahu di balik angka-angka tersebut. Yang perlu dipahami bahwa “TIDAKLAH ADA KESIA-SIAAN TUHAN MENCIPTAKAN ANGKA-ANGKA“ tersebut. Kita sebagai manusia ada kewajiban untuk belajar memahami arti, rahasia di balik angka-angka tersebut.

PENGENTAHU - #BANGJIN : Dalam kehidupan kita tidak terlepas dengan perhitungan, dalam perhitungan tidak terlepas dengan ANGKA ( 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 ) :

a) Masa hidup seseorang dalam kandungan ada ngapati (empat bulan usia kehamilan), Mitoni ( tujuh bulan usia kandungan)

b) Masa kematian seseorang ada nelung dino ( tiga hari ), Mitung dino ( tujuh hari ), matang puluh ( empat puluh hari) s.d nyewu ( seribu hari), mendak I, mendak II dll.

Dari beberapa contoh di atas, banyak diantara kita belum tahu di balik angka-angka tersebut. Yang perlu dipahami bahwa “TIDAKLAH ADA KESIA-SIAAN TUHAN MENCIPTAKAN ANGKA-ANGKA“ tersebut. Kita sebagai manusia ada kewajiban untuk belajar memahami arti, rahasia di balik angka-angka tersebut.

Nah..... inilah hal-hal dengan ANGKA 7 tersebut .... (hasil penelusuran penulis karena penasaran dengan angka 7 -red)

A. Merupakan Pesan Tauhid


Pesan tauhid secara matematis lebih menakjubkan lagi. Yaitu angka 7 atau kelipatannya, yang terdapat dalam struktur bangunan ayat atau kata dalam Alquran. Matematika angka 7 ini berfungsi sebagai sandi pesan tauhid, yang memperkuat makna pesan tauhid deskriptif yang dikandungnya.
Seperti dicontohkan dalam QS Al-Baqarah ayat 117 berikut ini. Bahwa “Allah Pencipta langit dan bumi, bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka cukup dengan hanya mengatakan: "Jadilah! lalu jadilah sesuatu itu”. Kalimat perintah penciptaan dalam ayat ini adalah ‘Kun fayakun’, yang struktur kalimat arabnya terdiri dari 7 huruf (kaf, nun, fa, ya, kaf, wawu dan nun).
Maka angka 7 ini adalah pesan tauhid secara matematis, yang memperkuat makna pesan tauhid secara deskriptif yang terkandung dalam kalimatnya. Yaitu bahwa semua makhluk di jagat raya ini adalah ciptaan Yang Maha Esa, Allah SWT. Begitulah, maka angka 7 sebagai sandi pesan tauhid dijumpai dalam seluruh sistem kehidupan: Al-Quran, manusia dan alam.

Allah SWT telah menciptakan alam untuk mendukung kekhalifahan manusia dengan konsistensi struktur angka 7, yaitu di antaranya:
  • 7 hari seminggu (Ahad, Senen, Selasa, Rabo, Kamis, Jum’at dan Sabtu).
  • 7 planet (Sun, Moon, Vinus, Sturn, Jupiter, Mecury, dan Mars).
  • 7 lapis langit (Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer,dan Eksosfer).
  • 7 lapis bumi (Inner Core, Core Outer, Gutenberg Discontinuity, Mantle, Mohorovicic Discontinuity, Asthenosphare, dan Crust). 
  • 7 warna pelangi (Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, dan Violet).
  • 7 benua (Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Antartika, Asia, Eropa, dan Oceania) 
  • 7 komponen atom (Electron, Proton, Quark, Boson, Meson, Photon, dan Lepton). 
Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai khalifah-Nya dengan konsistensi sruktur angka 7, yaitu diantaranya:
Tulang manusia berjumlah 206 jenis, dapat dikelompokan menjadi 14 kelompok, yang berarti 2x7. 

  • 7 (kelompok) tulang untuk bersujud (2 ujung kaki, 2 lutut, 2 telapak tangan dan 1 kening).
  • 7 anggota badan (2 tangan, 2 kaki, 2 lutut, dan 1 wajah). 
  • 7 lubang di kepala (2 lubang mata, 2 lubang telinga, 2 lubang hidung dan 1 lubang mulut). 
  • 7 tahap pertumbuhan manusia (masa menyusui, disapih, bayi, remaja, pemuda, dewasa, dan masa tua). 
  • 7 dimensi kehidupan manusia (tubuh, pikiran atau mental, qolb emosi, fu’ad atau ruhani, nafs atau jiwa dan Ruh). 
  • 7 cara bepikir manusia (ta’qilun, yatafakkarun, yanzhurun, yafqahun, yatadabbarun, yasma’un, dan beraqal sehat atau ulil albab). 
Dan Allah SWT telah memfirmankan Alquran sebagai petunjuk kekhalifahan manusia, juga dengan konsistensi angka 7, yaitu di antaranya:
  • 7 huruf Alquran (alif, lam, qof, ro, hamzah, alif dan nun).
  • 7 ayat Al-Fatihah (alif, lam, fa, alif, ta’, ha, dan ha).7 dalam Alquran disebut sebanyak 27 kali dalam 23 surah. Bila angka ini dijumlakan: 2+7+2+3 = 14, yang berarti: 2 x 7.
7 macam bacaan Al-Quran (Nafi (w. 169 H); Ibn Katsir (w. 120 H); Abu ‘Amr (w. 154 H); Ibn ‘Amir (w. 118 H); Ashim (w. 128 H); Hamzah (w. 80 H); Al-Kisa’i (w. 189 H).
7 surat panjang Al-Quran ( Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maidah, An-Nissa', Al 'Araf, Al An'am dan Al-Anfal).
Al-Quran menggunakan 28 jenis huruf, yang berarti: 4x7.
Al-Quran mengandung 14 singkatan, yang berarti: 2x7.
Maka, apakah kemunculan angka 7 ini kebetulan? Pasti tidak. Karena suatu yang kebetulan pasti tidak akan terjadi berulang-ulang. Apa lagi dengan pengulangan yang sangat sering dan terjadi dalam 3 konteks kehidupan yang berbeda: Alquran, manusia dan alam.

Maka angka 7 ini adalah desain Allah. Dia telah menciptakannya sebagai sandi pesan tentang kemahaesaan dan kemahakuasaan-Nya, bagi orang-orang yang mau berpikir. Subhanallah.
Maka, hikmah dari pemahaman kita tentang fakta kebenaran tauhid melalui pesan matematis ini setidaknya terdiri dari tiga hal.
Pertama, fakta kebenaran tauhid ini mematahkan pendapat yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah tulisan Muhammad SAW. 

Kedua, fakta kebenaran tauhid ini menolak teori Darwin yang menyatakan bahwa semua spesis hidup yang ada di bumi, termasuk manusia, berasal dari pendahulu yang sama (common ancestors), yang kehadirannya di dunia terjadi dengan sendirinya, melalui proses seleksi alam (natural selection).
Ketiga, dan ini yang terpenting, dengan merenungkan makna fakta kebenaran tauhid ini, seharusnyalah dapat meningkatkan kualitas keimanan, keislaman dan ketaqwaan kita. Sehingga ibadah ritual dan ibadah sosial yang kita laksanakan, akan berjalan dengan lebih benar, lebih baik dan lebih indah... Semoga.
Allah a’lamu bishshawab.

#BANGJIN >>>
akan dilanjut untuk pembahasan angka-angka yang lain

Baca Juga :

Read more »

Ternyata Ini Rahasia Dan Arti 16 Digit NIK ( Nomor Induk Kependudukan)

item-thumbnail
Tertarik untuk memahami lebih dalam arti penting Nomor Induk Kependudukan (NIK), TVRI Nasional mengundang Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH. sebagai narasumber dalam Dialog Semangat Pagi Indonesia, Kamis (11/02/2016). Acara yang ditayangkan secara langsung selama 1,5 jam (pkl. 08.00 - 09.30 WIB) dari Studio 6 TVRI Jl. Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, ini mengangkat tema "Membaca dan Memahami Arti 16 Digit Angka pada NIK".

PENGENTAHU - Tertarik untuk memahami lebih dalam arti penting Nomor Induk Kependudukan (NIK), TVRI Nasional mengundang Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH. sebagai narasumber dalam Dialog Semangat Pagi Indonesia, Kamis (11/02/2016). Acara yang ditayangkan secara langsung selama 1,5 jam (pkl. 08.00 - 09.30 WIB) dari Studio 6 TVRI Jl. Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, ini mengangkat tema "Membaca dan Memahami Arti 16 Digit Angka pada NIK".

Prof. Zudan, yang juga menjabat sebagai Dirjen Dukcapil Kemendari ini, menyampaikan bahwa NIK yang terdapat di setiap KTP-el adalah identitas yang unik, tunggal, dan tidak berubah seumur hidup. “Seseorang yang pindah kemana pun NIK-nya tetap sama, walaupun alamatnya berubah. Perubahan alamat dan perubahan elemen data lainnya, seperti status perkawinan dan pekerjaan, harus dilaporkan kepada Dinas Dukcapil setempat,” tegas Prof. Zudan.

Ternyata Ini Rahasia Dan Arti 16 Digit NIK ( Nomor Induk Kependudukan)

Terkait tema dialog, Dirjen Dukcapil menjelaskan tentang makna 16 angka dalam NIK.

Kesatu, 6 digit pertama adalah kode wilayah dimana NIK pertama kali didaftarkan (2 digit pertama untuk kode provinsi, 2 digit kedua untuk kode kabupaten/kota, dan 2 digit ketiga untuk kode kecamatan).

Kedua, 6 digit berikutnya adalah tanggal lahir pemilik NIK (2 digit untuk tanggal, 2 digit untuk bulan, dan 2 digit untuk tahun). Untuk penduduk berjenis kelamin perempuan, ditambahkan angka 40 pada tanggal lahir.

Ketiga, 4 digit selanjutnya adalah nomor urut yang ditentukan secara sistem.

Ketentuan tentang NIK diatur dalam Undang-Undang 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 24 Tahun 2013. Dalam undang-undang tersebut, pemerintah diwajibkan memberikan NIK kepada setiap penduduk. NIK juga merupakan nomor identitas tunggal untuk semua urusan pelayanan publik, termasuk sebagai dasar penerbitan dokumen di semua instansi pemerintah dan swasta.

Artikel Kiriman Dari : lppwapres@gmail.com

Baca Juga :

Lowongan Penerimaan Anggota Polri Telah Di Buka Mulai Tanggal 4 - 18 Februari 2016
- Kenapa E-Ktp Sekarang Berlaku Seumur Hidup ?
- Kirimkan Tulisan Artikelmu Ke Redaksi Kami
Read more »
Older Posts
Home
close