PENGENTAHU - Setya Novanto yang akhirnya mengundurkan diri dari ketua DPR RI bukanlah merupakan cerita akhir, bukan karena masalah Freeport, namun kali ini dia melaporkan Pemred MetroTV Putra Nababan.
Putra Nababan adalah Pemred (Pemimpin Redaksi) salahsatu media televisi swasta yang ada di Indonesia yaitu MetroTV. Putra Nababan juga pernah menjadi penyiar berita di RCTI.
"Ini adalah ujian terbesar bagi pers, bagi demokrasi," kata Putra kepada detikcom
Demokrasi di indonesia semakin melemah dengan adanya langkah hukum yang dilakukan mantan ketua DPR tersebut. Sebagai wakil rakyat seharusnya mendukung demokrasi indonesia, karena pada dasarnya pers merupakan pilar keempat demokrasi.
Sebagai wakil rakyat Setya Novanto terlihat tidak bisa menerima sebuah kritikan, namun lebih memilih langkah hukum untuk mengkriminalkan wartawan.
Ini penyebab mantan ketua DPR itu melaporkan Pemred MetroTV Putra Nababan
"Metrotv dengan sengaja mengkait-kaitkan Pak Novanto dengan pembelian amfibi alat perang. Keberatan juga ini termasuk Pak Fadli Zon. Juga tentang MetroTV sengaja mengeluarkan dan membocorkan pertemuan di dalam (ruang sidang MKD) yang akhirnya menjadi konsumsi publik," kata Razman.
Baca Juga :




No comments
Post a Comment